Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘pernikahan’

Cinta dan Pernikahan

Orang sering keliru mengartikan cinta dan pernikahan.

Saat cinta dan pernikahan disalah artikan maka yang terjadi adalah MALAPETAKA.

Cinta sering diartikan sebagai tindakan menerima ataupun memberi untuk mendapatkan kembali dengan ukuran yang ditentukan oleh sang penerima.

Berapa banyak pernikahan yang katanya berlandaskan cinta harus kandas ditengah jalan karena masing-masing pihak saling menuntut hak mereka untuk menerima ataupun tidak merasa puas karena merasa bahwa pasangannya BELUM memberikan HAK mereka. Bahkan ada pihak-pihak yang merasa diri benar saat menuntut hingga merampas hal yang bukan semestinya menjadi Hak mereka. Sungguh menyedihkan dan terdengar sangat EGOIS. Lalu dimanakah CINTA? Apakah Egoisme adalah wajah dari Cinta yang sesungguhnya? Jika memang benar demikian siapa yang butuh dan mau dengan Cinta yang sedemikian.

Bagaimana dengan tindakan memaafkan dan menerima orang lain sebagaimana adanya lalu mencari jalan keluar untuk dapat menyesuaikan diri antara satu dengan lainnya sehingga terciptalah suatu harmoni. Bukankah Merah dengan Putih tidak akan pernah sama tapi jika dipadukan dengan benar maka akan terciptalah sebuah harmoni dan keindahan? Apakah ini yang dimaksudkan dengan sebuah seni dalam mencintai? Apakah ini wajah Cinta yang sebenarnya? Sebuah kerelaan hati untuk menerima dan memaafkan. Sebuah hati yang terbuka dan bukannya hati yang menuntut. Berapa banyak pernikahan yang dapat bertahan dan bahkan menjadi indah dengan sikap hati yang terbuka ini?

Pernikahan juga sering disalah artikan sebagai suatu SYMBOL bahwa seseorang mempunyai nilai lebih jika sudah menikah dibandingkan dengan yang belum menikah. Berapa banyak orang yang dengan semberono dan terburu-buru untuk segera menikah hanya karena takut dinilai MIRING oleh “masyarakat” disekelilingnya.

Pernikahan juga sering disalah artikan sebagai ajang MENERUSKAN GARIS KETURUNAN. Sehingga orang perlu buru-buru menikah pada usia tertentu hanya karena untuk memenuhi tuntutan meneruskan keturunan.

Berapa banyak pernikahan yang dilakukan dengan terburu-buru ini yang dapat dinikmati oleh orang yang terlibat dalam pernikahan tersebut juga orang lain yang melihatnya? Berapa banyak anak yang harus dilahirkan dalam keluarga yang kurang harmonis dan yang berakhir dengan perceraian? Apakah pernikahan semacam ini adalah idaman setiap orang? Jika tidak lalu mengapa masih banyak orang yang melakukannya tanpa ragu dan berpikir panjang. Lucu bukan? Mengapa juga orang perlu repot-repot menikah jika tidak siap untuk segala konsekuensinya. Bukankan menikah jauh lebih sulit dan penuh tantangan. Menyatukan 2 orang yang berbeda untuk tinggal dibawah satu atap, bukan pekerjaan mudah. Diperlukan banyak perjuangan. Kalau tidak mau repot dan malas untuk berjuang lebih baik tidak perlu menikah. Karena hidup itu untuk dinikmati dan disyukuri dan bukan untuk disesali dan ditangisi.

Jadi, janganlah kiranya kita memberikan arti yang salah pada Cinta dan Pernikahan sehingga hidup kita terhindar dari MALAPETAKA. Karena Tuhan mengarunikakan Cinta dan Pernikahan kepada manusia agar supaya manusia dapat Bersyukur dan menikmatinya sebagai sebuah ANUGERAH. Maknailah cinta dan pernikahan sesuai dengan maksud-Nya agar hidup kita BERUNTUNG dan DIBERKATI dengan melimpah.

Advertisements

Read Full Post »